Literasi Membaca di Indonesia

Literasi Membaca di Indonesia

Tingkat literasi membaca di Indonesia masih tergolong rendah. Menurut UNESCO, hanya 0,001% atau 1 dari 1.000 orang di Indonesia yang rajin membaca. 

Faktor-faktor yang memengaruhi literasi membaca di Indonesia:

  • Akses terhadap sumber literasi: Terbatasnya akses masyarakat terhadap perpustakaan, buku, dan media cetak. 
  • Kualitas pendidikan: Kualitas pendidikan di Indonesia belum merata. 
  • Penggunaan teknologi digital: Penggunaan teknologi digital yang tidak tepat memengaruhi minat membaca. 
  • Kebiasaan membaca: Membaca belum menjadi kebiasaan atau kebutuhan di kalangan masyarakat Indonesia. 
  • Ekonomi: Masyarakat dengan latar belakang ekonomi rendah cenderung memprioritaskan kebutuhan primer dibandingkan membeli buku. 
  • Kesenjangan pendidikan: Kesenjangan pendidikan memperparah rendahnya literasi membaca. 
  • Generasi Z: Generasi Z lebih terbiasa membaca informasi singkat dan padat di media sosial, seperti Twitter, Instagram, dan TikTok. 

Survei tingkat kegemaran membaca di Indonesia 

  • Pada tahun 2022, tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Indonesia sebesar 63,9 poin.
  • Yogyakarta memiliki skor TGM tertinggi secara nasional, yakni 72,29 poin.
  • Sumatera Barat dengan skor 66,87 poin.
  • Kalimantan Timur dengan skor 66,84 poin.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *