Materi Pengetian, Unsur – Unsur Cerpen

PENDAHULUAN

A. IDENTITAS MODUL

  • Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
  • Kelas : XI
  • Materi : Unsur Pembangun Cerita Pendek

B. KOMPETENSI

C. DESKRIPSI SINGKAT

Selamat untuk kalian sudah belajar bahasa Indonesia dengan baik. Sekarang sudah sampai pada
pembelajaran dengan materi Unsur-unsur pembangun cerita pendek. Mempelajari karya sastra
tersebut sangatlah mengasyikkan. Sudah siapkah kalian? Persiapan kalian yang utama adalah
kalian dalam keadaan sehat sehingga dapat mempelajari modul ini dengan baik. Pada modul ini,
kalian akan mempelajari materi cerita pendek.
Cerpen merupakan cerita pendek. Tidaklah mengherankan apabila cerpen dapat dibaca dalam
sekali duduk. Cerpen merupakan cerita fiksi cerita pendek atau tidak benar-benar terjadi tetapi
bisa terjadi kapan saja dan dimana saja dimana cerita ini relatif singkat.. Cerita pendek memeiliki
unsur pembangun yang meliputi unsur intrinsic dan ekstrinsik. Pada kesempatan pembelajaran
pertama kalian akan mempelajari unsur-unsur pembangun cerita pendek. Kemudian pada pembelajaran selanjutnya kalian akan mengkonstruksi sebuah cerita pendek dengan
memerhatikan unsur-unsur pembangun cerpen.

D. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Supaya belajar kalian dapat bermakna maka yang perlu kalian lakukan adalah :

  1. Pastikan kalian memahami kompetensi yang akan dicapai.
  2. Mulailah dengan membaca materi dengan saksama,
  3. Kerjakan soal latihannya,
  4. Jika sudah lengkap mengerjakan soal latihan, cobalah buka kunci jawaban yang ada
    pada bagian akhir dari modul ini. Hitunglah skor yang kalian peroleh,
  5. Jika skor masih dibawah 70, cobalah baca kembali materinya, usahakan jangan
    mengerjakan ulang soal yang salah sebelum kalian membaca ulang materinya,
  6. Jika skor kalian sudah minimal 70, kalian bisa melanjutkan ke pembelajaran berikutnya.

E. MATERI PEMBELAJARAN

Modul ini terbagi menjadi 2 pertemuan, di dalam modul ini terdapat uraian materi, lembar
kerja, soal latihan dan soal evaluasi. Materi pertama adalah menganalisis unsur-unsur
pembangun cerita pendek dan yang ke dua adalah mengontruski sebuah cerita
pendek dengan memerhatikan unsur-unsur pembangun cerita pendek.
Modul ini sangat bermanfaat bagi kalian. Kalian dapat lebih peka memahami keadaan
sekeliling kalian. Kepekaan kalian itu akan dapat digunakan untuk menganalisis unsur-unsur
pembangun cerita pendek dan mengontruksi sebuah cerpen dengan memerhatikan unsurunsur pembangunnya. Jika ada kata-kata yang tidak dipahami, kalian dapat mencermati
glosarium sebagai gambaran makna katanya. Kalian pasti bisa. Semangat!



KEGIATAN PEMBELAJARAN

Menganalisis Unsur-unsur dalam Cerita Pendek

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari modul pada kegiatan pembelajaran satu ini diharapkan kalian dapat
menganalisis unsur-unsur pembangun yang terkandung dalam cerita pendek dengan jujur, disiplin
dan kerja sama.

B. Uraian Materi

Cerpen merupakan cerita atau kisah alur hidup manusia dalam bentuk tulisan yang ringkas dan
jelas. Cerpen yang biasa juga dinamakan dengan prosa atau karangan fiksi, memiliki isi pengisahan
yang hanya berfokus pada sebatas satu permasalahan atau konflik. Secara singkatnya, jalan cerita
pendek hanya berpusat pada satu konflik saja. Pada pembelajaran ini kita akan mempelajari:

  1. Menganalisis unsur pembangun cerita pendek
  2. Menelaah teks cerita pendek berdasarkan struktur dan kaidah
  1. Pengertian cerita pendek

Apakah kalian pernah mendengar ungkapan “cerita yang dapat dibaca hanya sekali duduk”? Dalam
ungkapan ini dapat disimpulkan bahwa cerita yang dimaksud adalah cerita pendek atau cerpen. Pada
umumnya, cerpen bersifat fiksi atau rekayasa dan masalah yang terdapat dalam cerpen biasanya
memiliki kesan tunggal. Disamping itu, ada berbagai macam karakter tokoh baik antagonis maupun
protogonis, dimana dari karakter tersebut maka dapat dipelajari hal-hal yang benar dan salah dari
nilai-nilai kehidupan dalam cerpen.
Selain definisi di atas, ada beberapa pengertian cerpen. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI), cerpen adalah sastra kisahan pendek atau kurang dari 10 ribu kata yang memberikan kesan
tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi atau pada suatu
ketika.
Menurut Sutardi, cerpen adalah rangkaian peristiwa yang terjalin menjadi satu yang di dalamnya
terjadi konflik antartokoh atau dalam diri tokoh itu sendiri dalam latar dan alur. Peristiwa dalam
cerita berwujud hubungan antartokoh, tempat, dan waktu yang membentuk satu kesatuan.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa cerpen adalah prosa berisi gagasan, pikiran,
pengalaman yang diimajinasikan dan membentuk sebuah peristiwa dengan satu peristiwa puncak.
Ada beberapa ciri-ciri cerpen yang mesti dipahami agar kita dapat membedakannya dengan karya
tulis lainnya, diantaranya adalah:
a. Memiliki jumlah kata tidak lebih dari 10.000 kata.
b. Memiliki proporsi penulisan yang lebih singkat dibandingkan dengan Novel.
c. Kebanyakan mempunyai isi cerita yang menggambarkan kehidupan sehari-hari.
d. Tidak mencerminkan semua kisah tokohnya. Karena dalam cerpen yang dikisahkan hanyalah
intinya saja.
e. Tokoh yang diceritakan dalam cerpen mengalami sebuah konflik sampai pada tahap
penyelesaiannya.
f. Pemilihan katanya sederhana sehingga memudahkan para pembaca untuk memahaminya.
g. Bersifat Fiktif.
h. Menceritakan satu kejadian saja dan menggunakan alur cerita tunggal dan lurus.
i. Membacanya tidak membutuhkan waktu yang lama.
j. Memberikan pesan dan kesan yang sangat mendalam sehingga pembaca akan ikut merasakan
kesan dari cerita tersebut.

2. Unsur-unsur Pembangun Cerita Pendek

Cerpen memiliki dua unsur pembangun, diantaranya adalah unsur intrinsik dan ekstrinsik.
a. Unsur intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur pembangun cerpen yang berasal dari dalam cerpen itu sendiri. Jika diibaratkan sebuah bangunan, maka unsur intrinsik adalah komponen-komponen bangunan tersebut. Unsur intrinsik cerpen terdiri dari tema, tokoh atau penokohan, alur cerita, latar, gaya bahasa, sudut pandang dan amanat. Berikut penjelasannya.


1) Tema.
Tema jarang dituliskan secara tersurat oleh pengarangnya. Untuk dapat merumuskan tema, kita harus terlebih dahulu mengenali rangkaian peristiwa yang membentuk alur cerita dalam cerpen itu. Dengan kata lain tema merupakan ide atau gagasan dasar yang melatarbelakangi keseluruhan cerita yang ada dari cerpen. Tema memiliki sifat umum dan general yang dapat diambil dari lingkungan sekitar, permasalahan yang ada di masyarakat, kisah pribadi pengarang sendiri, pendidikan, sejarah, perjuangan romansa, persahabatan dan lain-lain.


2) Penokohan
Penokohan merupakan cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokohtokoh dalam cerita. Berikut cara-cara penggambaran karakteristik tokoh.

  • Teknik analitik langsung
    Alam termasuk siswa yang paling rajin di antara teman-temannya. Ia pun tidak merasa sombong
    walaupun berkali-kali dia mendapat juara bela diri. Sifatnya itulah yang menyebabkan ia banyak
    disenangi teman-temannya.
  • Penggambaran fisik dan perilakutokoh
    Seperti sedang berkampanye, orang-orang desa itu serempak berteriak-teriak! Mereka menyuruh camat agar secepatnya keluar kantor. Tak lupa mereka mengacung-acungkan tangannya, walaupun dengan perasaan yang masih juga ragu-ragu. Malah ada di antara mereka sibuk sendiri menyeragamkan acungan tangannya, agar tidak kelihatan berbeda dengan orang lain. Sudah barang tentu, suasana di sekitar kecamatan menjadi riuh. Bukan saja oleh demonstran dari desa itu, tapi juga oleh orang-orang yangkebetulan lewat dan ada disana.
  • Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh
    Desa Karangsaga tidak kebagian aliran listrik. Padahal kampung- kampung tetangganya sudah
    pada terangsemua
  • Penggambaran tata kebahasaan tokoh
  • Dia bilang, bukan maksudnya menyebarkan provokasi. Tapi apa yang diucapkannya benarbenar membuat orang sedesa marah.
  • Pengungkapan jalan pikiran tokoh
    Ia ingin menemui anak gadisnya itu tanpa ketakutan; ingin ia mendekapnya, mencium bau keringatnya. Dalam pikirannya, cuma anak gadisnya yangmasih mau menyambutnya dirinya.
  • Penggambaran oleh tokoh lain
    Ia paling pandai bercerita, menyanyi, dan menari. Tak jarang ia bertandang ke rumah sambil membawa aneka brosur barang-barang promosi. Yang menjengkelkan saya, seluruh keluargaku
    jadi menaruh perhatian kepadanya.

3) Alur
Alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat ataupun bersifat kronologis. Pola pengembangan cerita suatu cerpen beragam. Pola-pola pengembangan cerita harus menarik, mudah dipahami, dan logis. Jalan cerita suatu cerpen kadang-kadang berbelit-belit dan penuh kejutan, juga kadang- kadang sederhana.


4) Latar
Latar atau setting meliputi tempat, waktu, dan peristiwa yang digunakan dalam suatu cerita. Latar dalam suatu cerita bisa bersifat faktual atau bisa pula yang imajinatif. Latar berfungsi untuk memperkuat atau mempertegas keyakinan pembaca terhadap jalannya suatu cerita.


5) Gaya Bahasa
Dalam cerita, penggunaan bahasa berfungsi untuk menciptakan suatu nada atau suasana persuasif serta merumuskan dialog yang mampu memperlihatkan hubungan dan interaksi antara sesama tokoh. Kemampuan sang penulis mempergunakan bahasa secara cermat dapat menjelmakan suatu suasana yang berterus terang atau satiris,


6) Sudut Pandang
Sudut pandang merupakan strategi yang digunakan oleh pengarang cerpen untuk menyampaikan ceritanya. Baik itu sebagai orang pertama, kedua, ketiga. Bahkan acapkali para penulis menggunakan sudut pandang orang yang berada di luar cerita.


7) Amanat
Amanat merupakan pesan yang hendak disampaikan pengarang. Amanat dalam cerpen umumnya bersifat tersirat. Kehadiran amanat, pada umumnya tidak bisa lepas dari tema cerita. Misalnya, tema cerita itu tentang perjuangan kemerdekaan, amanat cerita itu pun tidak jauh dari pentingnya mempertahankan kemerdekaan.


b. Unsur Ektrinsik
1) Latar belakang masyarakat
Yang termasuk dalam latar belakang

2) Latar belakang penulis
Yang termasuk dalam latar belakang penulis adalah riwayar hidup penulis, kondisi psikologis dan aliran sastra penulis.


3) Nilai yang terkandung dalam cerpen
Nilai yang merupakan u sur ekstrinsik adalah nilai agama, nilai social, nilai agama dan lainlain.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *